HAL-HAL YANG TIDAK MEMBATALKAN WUDHU

(Oleh : Umar B)

Ada beberapa hal yang oleh sebagian orang dapat membatalkan wudhu. Namun, ketika diteliti kembali hal-hal tersebut tidak membatalkan wudhu, diantaranya adalah;

1. Dasar dalil mereka yang berpendapat bahwa menyentuh wanita dapat membatalkan wudhu adalah firman Allah Ta’ala, “Atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah.” [1]

Sebenarnya ayat ini tidak dapat digunakan sebagai hujjah, sebab makna lams dalam ayat ini adalah jima’ sebagaimana riwayat yang shahih dari Ibnu  Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, dan sahabat lainnya. [2]

Pendapat yang menyatakan bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu baik itu wudhu sang wanita ataupun sang laki-laki yang menyentuhnya diperkuat dengan dalil-dalil berikut ini:

a. Hadits Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, “Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari tempat tidur, kemudian aku mencarinya, lalu tanganku menyentuh bagian bawah kedua kakinya yang dalam posisi tegak dan pada waktu itu beliau sedang shalat seraya berucap,

اللهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ

“Ya Allah aku berlindung kepada keridhaan-Mu dari amarah-Mu…” [3]

b. Dari Aisyah, ia berkata, “Dahulu aku pernah tidur di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sementara itu kedua kakiku berada pada kiblatnya. Apabila sujud beliau memberi isyarat dengan matanya kepadaku, maka akupun mendekap kedua kakiku. Dan ketika berdiri, aku meluruskan kembali kakiku.” Aisyah menambahkan, “Dan pada waktu itu rumah kami tidak memiliki lentera.” [4]

Pada kedua hadits tersebut Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyentuh Aisyah, meskipun demikian beliau tetap meneruskan shalatnya. Riwayat ini menjadi dalil bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu. Ini adalah madzhab Abu Hanifah.

c. Ada juga suatu riwayat yang menerangkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dahulu pernah mencium sebagian istrinya lalu keluar menuju masjid dan shalat, sementara itu beliau tidak mengulangi wudhunya. [5]

CATATAN—————————————————————————————————

Pernyataan ini, yakni wanita yang menyentuh laki-laki tidak membatalkan wudhu bukan berarti boleh bagi wanita untuk menyentuh atau bersalaman dengan laki-laki yang bukan mahramnya, karena yang demikian hukumnya haram, sebagaimana yang telah kita ketahui.

2. Keluarnya Darah Bukan dari Tempat Biasanya, baik Karena Luka atapun Hijamah (Bekam), baik Sedikit maupun Banyak

Imam Bukhari mengeluarkan sebuah riwayat secara muallaq (1/281), dan riwayat tersebut disambungkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari Hasan Bashri, ia berkata, “Kaum muslimin pada waktu itu melakukan shalat meskipun luka-luka (mereka berdarah).” Imam Bukhari berkata, “Ibnu Umar pernah memencet bisulnya hingga mengeluarkan darah, namun ia tidak mengulangi wudhunya. “ Imam Malik mengeluarkan riwayat di kitabnya Al-Muwaththa’ dengan sanad shahih, bahwasanya Umar pernah melaksanakan shalat sedangkan lukanya terus mengeluarkan darah. ‘Abbad bin Bisyr pernah terkena busur panah ketika ia sedang shalat, namun ia tetap meneruskan shalatnya. [6]

Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pasti mengetahui kejadian tersebut. Namun, beliau tidak mengingkari perbuatan mereka. Seandainya keluar darah membatalkan wudhu, pasti beliau akan  menjelaskan hal itu kepada sahabat yang melakukannya dan selainnya yang ikut serta dalam peperangan itu, sedangkan menunda penjelasan pada saat yang tepat hukumnya haram. [7]

3. Muntah Seseorang dan yang Sejenisnya

Ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa muntah dapat membatalkan wudhu, namun semua riwayat tersebut lemah dan tidak layak dijadikan sebagai hujjah. Karena itu, kebanyakan ulama yang telah meneliti masalah ini menyatakan bahwa muntah seseorang tidak membatalkan wudhu. Ini adalah madzhab Syafi’I yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Majmu’ Fatawa.

Memang benar, ada sebuah hadits dari Abu Darda, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam muntah lalu berbuka dan berwudhu. [8] akan tetapi, hadits ini tidak menunjukkan bahwa hukum wudhu sehabis muntah adalah wajib, sebab hal itu semata-mata perbuatan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang tidak menunjukkan akan batalnya wudhu tersebut.

4. Seseorang yang Ragu akan Hadats yang Dialaminya

Apabila engkau ragu-ragu, apakah wudhumu batal atau tidak?

Keraguanmu tersebut tidak membahayakan dan membatalkan wudhumu, baik ketika engkau sedang shalat ataupun tidak, sampai kamu yakin benar dengan hadats dan batalnya wudhu.

Dari Abbad bin Tamim dari pamannya, ia berkata, “Seseorang mengeluh kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sering merasakan adanya sesuatu dalam dirinya (perutnya) ketika sedang shalat”, lalu Nabi pun menjawab,

لا ينصرف حتى يسمع صوتاً أو يجد ريحاً

“Janganlah ia memutus shalatnya hingga mendengar suara atau mencium bau kentut.” [9]

5. Tertawa dengan Suara ketika Shalat

Tertawa tidak membatalkan wudhu, karena hadits yang menerangkan tentang hal tersebut derajatanya lemah.[10]

6. Memandikan Mayat

Hadits yang menunjukkan bahwa memandikan mayat membatalkan wudhu tidaklah benar.

Dan yang ada adalah anjuran untuk berwudhu dan mandi bagi orang yang memandikan mayat.


[1] QS. Al-Maidah: 6.

[2] Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari menurunkan sejumlah atsar dari mereka dengan sanad yang shahih dalam kitab tafsirnya (1/502).

[3] HR. Muslim (222), Abu Dawud (865), At-Tirmidzi (3819), dan lain-lain.

[4] HR. Bukhari (1/491), Muslim (272) dan lain-lain.

[5] HR. Abu Dawud (178), An-Nasa’I (1/104), hadits ini dilemahkan oleh ulama-ulama terdahulu. Lihat: Sunan Daruquthni (1/135-142).

[6] HR. Abu Dawud (198), Ibnu Khuzaimah (36) dengan sanad hasan.

[7] As-Sailul Jarrar karya Imam Asy-Syaukani (1/99).

[8] HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

[9] HR. Bukhari (1/91).

[10] Terdapat sebuah hadits dari Jabir secara marfu’:”Tertawa membatalkan shalat dan tidak membatalka wudhu”. Akan tetapi ini hadits mungkar . Imam Ahmad berkomentar:  Masalah tertawa (dalam shalat) tidak ada hadits yang shahih.lihat: kitab al-‘ilal Al-Mutanahiyah (367-373).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: